Nama: Vira Ardiyati
Nim: 12001091
Prodi: Pendidikan Agama Islam
Kelas: 1C
Hari, tanggal: Senin, 2 November 2020
Tema: Aku Dan Kampungku
Judul: Lain Kampung Lain Cerita
Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bagaimana kabarnya teman-teman? Semoga selalu dalam lindungan dan rahmat dari Allah SWT. Aamiin. Kali ini saya akan menceritakan tentang tempat tinggal saya, mulai dari lokasi hingga kemenarikan apa saja yang ada di dalamnya. Untuk itu, simak ulasan lengkapnya yaaa.
Desa Ambawang, kec. Kubu, Kab.Kubu Raya adalah tanah kelahiran saya. Tempat dimana saya merasakan masa kecil yang bahagia. Walaupun memang terasa begitu singkat, namun kenangan itu tidak bisa dilupakan.
Kepedulian, kekeluargaan, keberagaman, keharmonisan, toleransi, dan semangat gotong royong yang selalu diutamakan membuat kami selalu kompak. Koordinasi dan komunikasi yang intensif kunci di dalamnya. Tidak ada yang saling mengabaikan satu sama lain, melainkan selalu berbagi dalam suka maupun duka.
Di sini alam yang indah terpampang nyata yang dapat dikunjungi bagi yang ingin berlibur dan berwisata. Banyak pengunjung yang datang dari dalam maupun luar daerah demi bisa menikmati keindahan alamnya. Tak hanya memiliki alam yang indah, desa ini juga memiliki masyarakat yang rendah hati dan ramah. Walau begitu, desa ini juga tidak kalah mengenai perkembangan masyarakat dan perekonomiannya.
Waktu itu saya masih terlalu kecil untuk banyak mengenang memori masa lalu. Yang paling berkesanlah yang masih dan selalu saya ingat. Kampung halaman saya itu adalah tempat yang paling berkesan dalam hidup walupun saya sudah tidak tinggal di sana lagi.
Namun karena suatu alasan, keluarga saya memutuskan untuk pindah ke Kota Pontianak dan pada saat itu saya duduk di bangku kelas tiga SD. Walaupun merasa sedih harus berpisah dengan keluarga dan teman-teman di sana, namun di sini saya juga mendapatkan keluarga dan teman-teman baru yang tak kalah baiknya.
Jalan Ya'm Sabran Gg. H. Taha, Kelurahan Tanjung Hulu, Kecamatan Pontianak Timur. Demikianlah lengkapnya alamat tempat tinggal saya saat ini. Memanglah tempat tinggal saya ini berlokasi hampir di ujung kota, pasalnya tidak jauh dari tempat tinggal saya sudah perbatasan Pontianak Timur dan Kubu Raya. Namun begitu, Gg. H. Taha masih berada di wilayah Pontianak Timur loh. Di sini kami hidup berdampingan dan penuh toleransi antar sesama. Memanglah bukan pemukiman yang besar, namun di sini saya menemukan tempat tinggal seperti kampung halaman sendiri. Walaupun saya dan keluarga saya merupakan pindahan , namun kami merasa layaknya sudah lama bertempat tinggal di sini.
Dalam perayaan HUT Kemerdekaan RI, kami selalu mengadakan perlombaan bagi seluruh warga yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan ini, baik tua maupun muda, laki-laki maupun perempuan. Ibu-ibu dan bapak-bapanya juga tidak kalah hits dengan anak-anak mudanya loh . Berbagai perlombaan diadakan guna menyemarakkan kegiatan tahunan ini, demi membentuk rasa nasionalisme dan patriotisme sebagai warga negara Indonesia.
Dalam budaya robo-robo, gang kami juga mengadakan do'a bersama di sepanjang jalanan gang dengan menggelar tikar (saprahan). Masing-masing rumah membawa berbagai makanan khas berupa ketupat, kue apam, dan lain-lain untuk kemudian disantap bersama-sama. Kami mengadakan tradisi ini sebagai bentuk rasa syukur kami kepada Allah SWT. atas karunia dan rahmat dari-Nya.
Terkadang kita lupa, bahwa sebagai makhluk sosial yang selalu membutuhkan orang lain dalam kehidupan bahkan akhir dari kehidupan untuk senantiasa menanamkan sikap saling menghargai. Dimana di dalam lingkungan bermasyarakat, kita tidak boleh bersikap apatis dan egois. Ingat sila ke empat Pancasila? Bunyinya "Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan", merupakan salah satu landasan hidup dalam bermasyarakat. Di sila ini kita diajarkan untuk selalu menghargai hak orang lain untuk mengutarakan pendapatnya. Selain itu kepentingan bersama lebih diutamakan dibandingkan kepentingan individu.
Demi tercapainya tujuan bersama, kita dituntut untuk memiliki sikap rendah hati dan menerima keputusan (yang tepat) dengan lapang dada. Sebenernya dalam kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat, Pancasila menjadi pedoman utama atau dasar yang melandasi itu semua. Ini hanyalah tantang pola pikir dan cara kita menyikapinya serta mengimplementasikannya dalam kehidupan.
Selain dalam konteks kebangsaan, gang kami juga tak kalah dalam konteks keagamaan. Walaupun setiap warganya memiliki kesibukan masing-masing, mereka tidak lupa untuk beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa. Di gang kami terdapat surau sederhana nan indah yang menjadi sarana beribadah. Di surau ini juga ibu-ibu menggelar pengajian rutin setiap minggunya.
Mungkin di daerah yang lain juga memiliki cerita menarik yang bisa dieksplor dan bahkan mungkin banyak tempat-tempat wisata yang indah. Namun, karena saya memiliki dua daerah tempat tinggal yang masing-masing memiliki kesan tersendiri dalam hidup saya, maka saya memilih untuk bangga dan mengeksplor kebudayaan di dua daerah tempat tinggal saya itu dengan berbagai macam keberagaman dan keseruan di dalamnya.
Sekian gambaran singkat mengenai daerah tempat tinggal saya, semoga bisa bermanfaat dan memberi inspirasi kepada pembaca. Terimakasih. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar