Jumat, 20 November 2020

Analisis Bahasa Berdasarkan PUEBI & KBBI

Bismillahirrahmanirrahim.

Assalamu'alaikumu warahmatullahi wabarakatuh.

Apa kabar teman-teman...semoga selalu dalam lindungan Allah SWT. 

Kali ini saya akan membagikan hasil analisis  bahasa yang saya lakukan dengan mengutip gambar atau foto dari lingkungan sekitar. Simak uraian selengkapnya di bawah ini.


Gambar 1

















Lokasi gambar: Jl. Panglima A'im

Waktu pengambilan gambar: Jum'at, 20 November 2020

Analisis: Pada gambar tersebut terdapat penggunaan bahasa asing, yakni Special. 

Berdasarkan PUEBI penulisan tersebut kurang tepat, sebaiknya penulisan menggunakan Bahasa Indonesia yakni Khusus. Jika ingin menggunakan bahasa asing, sebaiknya tulisan dimiringkan.

Menjadi Special.


Gambar 2

















Lokasi gambar: Jl. Ya'm Sabran

Waktu pengambilan gambar: Jum'at, 20 November 2020

Analisis: Pada gambar tersebut terdapat penggunaan keterangan tempat, yakni disini.

Berdasarkan PUEBI penulisan tersebut kurang tepat, sebaiknya penulisan kata di dan sini dipisah.

Menjadi di sini.






Gambar 3















Lokasi gambar: Jl. Panglima A'im

Waktu pengambilan gambar: Jum'at, 20 November 2020

Analisis: Pada gambar tersebut terdapat penggunaan bahasa asing, yakni Accessories dan Specialist. 

Berdasarkan PUEBI penulisan tersebut kurang tepat, sebaiknya penulisan menggunakan Bahasa Indonesia yakni Aksesoris dan Spesialis. Jika ingin menggunakan bahasa asing, sebaiknya tulisan dimiringkan.

Menjadi Accessories dan Specialist. 



Gambar 4






















Lokasi gambar: Jl. Panglima A'im

Waktu pengambilan gambar: Jum'at, 20 November 2020

Analisis: Pada gambar ters

ebut terdapat penggunaan bahasa asing, yakni Biscuit.

Berdasarkan PUEBI penulisan tersebut kurang tepat, sebaiknya penulisan menggunakan Bahasa Indonesia yakni Biskuit. Jika ingin menggunakan bahasa asing, sebaiknya tulisan dimiringkan.

Menjadi Biscuit.


Gambar 5


















Lokasi gambar: Jl. Ya'm Sabran

Waktu pengambilan gambar: Jum'at, 20 November 2020

Analisis: Pada gambar tersebut terdapat penggunaan bahasa asing, yakni Service, Software, dan Hardware.

Berdasarkan PUEBI penulisan tersebut kurang tepat, sebaiknya penulisan menggunakan Bahasa Indonesia yakni Pelayanan, Perangkat Lunak, dan Perangkat Keras. Jika ingin menggunakan bahasa asing, sebaiknya tulisan dimiringkan.

Menjadi Service, Software, dan Hardware.


Sekian beberapa gambar atau foto yang penggunaan bahasa dan penulisannya saya analisis. 

Semoga bermanfaat. 

Atas kekurangan maupun kesalahan yang ada dalam penulisan ini, saya mohon kritik dan sarannya. 

Wasaalamu'alaikum waramatullahi wabarakatuh.





  



Selasa, 03 November 2020

100 Kosakata Bahasa Ibu

Kosakata Bahasa Melayu Pontianak, Kalimantan Barat


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Halo teman-teman, kali ini saya akan sedikit membagikan beberapa Kosakata Bahasa Ibu asal daerah saya, yaitu Pontianak Kalimantan Barat. 
Diantaranya yaitu:

1. Lihat: Tengok
2. Panci: Dandang
3. Wajan: Kuali
4. Bagaimana: macam mane
5. Apa: Ape
6. Lihat: Tengok
7. Air: Aek
8. Enak: Nyaman
9. Anak-anak: Budak-budak
10. Berlari: Bekejar
11. Cantik: Cantek
12. Banyak: Belonggok
13. Penuh: Penoh
14. Tersandung: Tepangkak
15. Tendang: Terajang
16. Hamil: Bunting
17. Istri: Bini
18. Suami: Laki
19. Nangis: Nenges
20. Terkejut: Tekanjat
21. Tersandung: Tepangkak
22. Jembatan: Gretak
23. Banjir: Acap
24. Kepung: Kepong
25. Percuma: Percume
26. Mengada-ada: Ngade-ngade
27. Tidur: Tidok
28. Jatuh: Jatok
29. Semit: Peniti
30. Jidat: Kening
31. Tengkurap: Tiarap
32. Makan: Majoh
33. Jumpa: Jumpe
34. Mana: Mane
35. Lipstik: Gincu
36. Ember: Timbak
37. Baskom: Sanggan
38. Pusing: Pening
39. Gemetar: Begegar
40. Kain Sarung: Kain Pelekat
41. Simpan: Tarok
42. Gula: Gule
43. Selimut: Gebar
44. Mati: Padam
45. Gatal: Miang
46. Pulang: Balek
47. Berminyak: Beleming
48. Sedikit: Sikit
49. Guling: Panggah
50. Gelas: Cawan
51. Piring: Pinggan
52. Mangkuk: Mangkok
53. Ikat Pinggang: Pendeng
54. Bohong: Merampot
55. Minum: Minom
56. Tuli: Pekak
57. Jendela: Tingkap
58. Terasi: Belacan
59. Nenek: Wan
60. Gayung: Centong
61. Berteriak: Mekek
62. Berbicara: Ngomong
63. Sendok: Suduk
64. Nampan: Ceper
65. Palu: Tokol
66. Melamun: Temenong
67. Cepat: Laju
68. Lambat: Lamak
69. Duduk: Dudok
70. Kasur: Tilam
71. Ambil: Ambek
72. Baring: Bareng
73. Tumpul: Tumpol
74. Sunyi: Senyap
75. Tersangkut: Tesengkang
76. Handuk: Andok
77. Got: Paret
78. Bambu: Buloh
79. Mata: Mata
80. Kuping: Telinge
81. Keong: Tengkuyong
82. Jamur: Cendawan
83. Suka: Suke
84. Main: Maen
85. Karpet: Tikar
86. Kalian: Kitak
87. Pepaya: Betek
88. Uang: Duet
89. Pingsan: Selap
90. Lagi: Agek/agik
91. Gurih: Lemak
92. Runyam: Sangsot
93. Kamu: Kau
94. Kami: Kamek
95. Jangan: Tak usah
96. Berantakan: Berkaparan
97. Duduk: Dudok
98. Pelit: Masin
99. Jelek: Burok
100. Talenan: Sengkalan

Demikianlah bahasa ibu yang sering digunakan oleh masyarakat Pontianak, khususnya diri saya. Yang saya tuliskan di atas hanya beberapa dari sekian banyak kosakata yang berbeda antara bahasa Indonesia dengan bahasa melayu Pontianak. Dalam pengumpulan kosakatanya, saya tidak mengalami kesulitan berarti, karena sebagian besarnya sering saya dengar dan  gunakan setiap hari. Semoga bermanfaat...☺
Sekian dan terima kasih.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

 

Minggu, 01 November 2020

Aku Dan Kampungku

Nama: Vira Ardiyati

Nim: 12001091

Prodi: Pendidikan Agama Islam

Kelas: 1C

Hari, tanggal: Senin, 2 November 2020

Tema: Aku Dan Kampungku

Judul: Lain Kampung Lain Cerita


Bismillahirrahmanirrahim.

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bagaimana kabarnya teman-teman? Semoga selalu dalam lindungan dan rahmat dari Allah SWT. Aamiin. Kali ini saya akan menceritakan tentang tempat tinggal saya, mulai dari lokasi hingga kemenarikan apa saja yang ada di dalamnya. Untuk itu, simak ulasan lengkapnya yaaa.





Desa Ambawang, kec. Kubu,  Kab.Kubu Raya adalah tanah kelahiran saya. Tempat dimana saya merasakan masa kecil yang bahagia. Walaupun memang terasa begitu singkat, namun kenangan itu tidak bisa dilupakan. 

Kepedulian, kekeluargaan, keberagaman, keharmonisan, toleransi, dan semangat gotong royong yang selalu diutamakan membuat kami selalu kompak. Koordinasi dan komunikasi yang intensif kunci di dalamnya. Tidak ada yang saling mengabaikan satu sama lain, melainkan selalu berbagi dalam suka maupun duka. 


Di sini alam yang indah terpampang nyata yang dapat dikunjungi bagi yang ingin berlibur dan berwisata. Banyak pengunjung yang datang dari dalam maupun luar daerah demi bisa menikmati keindahan alamnya. Tak hanya memiliki alam yang indah, desa ini juga memiliki masyarakat yang rendah hati dan ramah. Walau begitu, desa ini juga tidak kalah mengenai perkembangan masyarakat dan perekonomiannya.

Waktu itu saya masih terlalu kecil untuk banyak mengenang memori masa lalu. Yang paling berkesanlah yang masih dan selalu saya ingat. Kampung halaman saya itu adalah tempat yang paling berkesan dalam hidup walupun saya sudah tidak tinggal di sana lagi.



Namun karena suatu alasan, keluarga saya memutuskan untuk pindah ke Kota Pontianak dan pada saat itu saya duduk di bangku kelas tiga SD. Walaupun merasa sedih harus berpisah dengan keluarga dan teman-teman di sana, namun di sini saya juga mendapatkan keluarga dan teman-teman baru yang tak kalah baiknya.




Jalan Ya'm Sabran Gg. H. Taha, Kelurahan Tanjung Hulu, Kecamatan Pontianak Timur. Demikianlah lengkapnya alamat tempat tinggal saya saat ini. Memanglah tempat tinggal saya ini berlokasi hampir di ujung kota, pasalnya tidak jauh dari tempat tinggal saya sudah perbatasan Pontianak Timur dan Kubu Raya. Namun begitu, Gg. H. Taha masih berada di wilayah Pontianak Timur loh. Di sini kami hidup berdampingan dan penuh toleransi antar sesama. Memanglah bukan pemukiman yang besar, namun di sini saya menemukan tempat tinggal seperti kampung halaman sendiri. Walaupun saya dan keluarga saya merupakan pindahan , namun kami merasa layaknya sudah lama bertempat tinggal di sini.


Dalam perayaan HUT Kemerdekaan RI, kami selalu mengadakan perlombaan bagi seluruh warga yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan ini, baik tua maupun muda, laki-laki maupun perempuan. Ibu-ibu dan bapak-bapanya juga tidak kalah hits dengan anak-anak mudanya loh . Berbagai perlombaan diadakan guna menyemarakkan kegiatan tahunan ini, demi membentuk rasa nasionalisme dan patriotisme sebagai warga negara Indonesia. 

Dalam budaya robo-robo, gang kami juga mengadakan do'a bersama di sepanjang jalanan gang dengan menggelar tikar (saprahan). Masing-masing rumah membawa berbagai makanan khas berupa ketupat, kue apam, dan lain-lain untuk kemudian disantap bersama-sama. Kami mengadakan tradisi ini sebagai bentuk rasa syukur kami kepada Allah SWT. atas karunia dan rahmat dari-Nya.


Terkadang kita lupa, bahwa sebagai makhluk sosial yang selalu membutuhkan orang lain dalam kehidupan bahkan akhir dari kehidupan untuk senantiasa menanamkan sikap saling menghargai. Dimana di dalam lingkungan bermasyarakat, kita tidak boleh bersikap apatis dan egois. Ingat sila ke empat Pancasila? Bunyinya "Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan", merupakan salah satu landasan hidup dalam bermasyarakat. Di sila ini kita diajarkan untuk selalu menghargai hak orang lain untuk mengutarakan pendapatnya. Selain itu kepentingan bersama lebih diutamakan dibandingkan kepentingan individu.


Demi tercapainya tujuan bersama, kita dituntut untuk memiliki sikap rendah hati dan menerima keputusan (yang tepat) dengan lapang dada. Sebenernya dalam kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat, Pancasila menjadi pedoman utama atau dasar yang melandasi itu semua. Ini hanyalah tantang pola pikir dan cara kita menyikapinya serta mengimplementasikannya dalam kehidupan.


Selain dalam konteks kebangsaan, gang kami juga tak kalah dalam konteks keagamaan. Walaupun setiap warganya memiliki kesibukan masing-masing, mereka tidak lupa untuk beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa. Di gang kami terdapat surau sederhana nan indah yang menjadi sarana beribadah. Di surau ini juga ibu-ibu menggelar pengajian rutin setiap minggunya. 


Mungkin di daerah yang lain juga memiliki cerita menarik yang bisa dieksplor dan bahkan mungkin banyak tempat-tempat wisata yang indah. Namun, karena saya memiliki dua daerah tempat tinggal yang masing-masing memiliki kesan tersendiri dalam hidup saya, maka saya memilih untuk bangga dan mengeksplor kebudayaan di dua daerah tempat tinggal saya itu dengan berbagai macam keberagaman dan keseruan di dalamnya. 


Sekian gambaran singkat mengenai daerah tempat tinggal saya, semoga bisa bermanfaat dan memberi inspirasi kepada pembaca. Terimakasih. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.










Biografi

  Assalamu’alikum warahmatullahi wabarkatuh. Bagimana kabarnya pembaca…semoga selalu sehat dan senantiasa dalam lindungan Allah SWT. Aamii...